Menyandang gelar Magister Sains, beliau dikenal sebagai pendidik profesional yang adaptif, fokus pada pemanfaatan teknologi digital, serta aktif membimbing siswa dalam kancah kompetisi ilmiah.
Sebagai inovator pembelajaran, beliau menaruh perhatian besar pada digitalisasi pendidikan agar matematika menjadi lebih interaktif. Karya ilmiahnya bertajuk “Google Classroom sebagai Alternatif Digitalisasi Pembelajaran Matematika di Era Revolusi Industri 4.0” yang terbit di Jurnal Andragogi (Neliti) membuktikan komitmennya dalam mengkaji efektivitas platform digital bagi pemahaman logika matematika siswa madrasah aliyah.
Tidak hanya mengajar, Ahmad Muslik juga aktif mengukir prestasi riset di tingkat internasional. Beliau bersama tim guru MAN 23 Al-Azhar Asy-Syarif berhasil meraih Medali Perak dalam International Research Teacher Competition (IRTC) yang diselenggarakan oleh IYSA melalui riset “AI-Enhanced Q-LENS”, sebuah model pembelajaran berbasis Al-Qur’an dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan literasi, numerasi, dan berpikir kritis.
Dedikasi beliau turut diwujudkan sebagai Pembimbing Tim Riset Mayasya (Madrasah Aliyah Al-Azhar Asy-Syarif), yang sukses mengantarkan para siswa meraih penghargaan di kancah nasional maupun internasional, seperti ajang Youth National Science Fair (YNSF). Perpaduan kepakaran sains murni dan komitmen pedagogisnya menjadikan pembelajaran matematika di madrasah semakin modern, berbasis riset, dan selaras dengan visi global Al-Azhar Asy-Syarif.
| S2 | |
| S1 |
| No data found |